Artikel

Peninggalan Olaf Haraldsson - Contoh ‘Hagiocracy’ di Scandinavia

Peninggalan Olaf Haraldsson - Contoh ‘Hagiocracy’ di Scandinavia

Peninggalan Olaf Haraldsson - Contoh ‘Hagiocracy’ di Scandinavia

SKORZEWSKA, JOANNA

Pertemuan: Komunikasi Antara Disiplin (2007/2008)

Abstrak

Analisis ideologi kepemimpinan di Utara abad pertengahan tidak akan lengkap tanpa kajian tentang bahan sumber mengenai tiga raja Skandinavia: Olaf II dari Norway (k. 1015-1028 / 30), Knut IV dari Denmark (k. 1080 –1086) dan Eric IX dari Sweden (k. 1150–1160), yang terkenal sebagai orang suci. Soalan-soalan yang menjadi inti dari kajian saya adalah mengenai kultus individu tersebut dan persepsi tentang kewibawaan mereka seperti yang tercermin dalam sumber bertulis dari sekitar 1000-1250. Oleh kerana jumlah tulisan yang ada cukup besar, ia memberikan informasi yang relatif baik tentang cara otoritas ini digunakan dengan mahir untuk mempromosikan ideologi tertentu mengenai pemerintahan raja-raja tertentu. Kesan ideologi seperti (difahami, untuk menggunakan definisi popular yang disederhanakan, sebagai "satu set idea yang dikemukakan oleh kelas masyarakat yang dominan kepada semua anggota masyarakat ini") terhadap mental abad pertengahan adalah sangat penting. Kerana tujuan utama di sebalik ideologi adalah untuk mempromosikan perubahan dalam masyarakat melalui proses pemikiran normatif, kajian semacam ini memungkinkan kita untuk lebih memahami perubahan sosio-politik di Skandinavia abad pertengahan.


Tonton videonya: ST. OLAV WAYS - EPISODE 1. HIKING IN NORWAY. GUDBRANDSDALSLEDEN (Mungkin 2021).